Mendengar istilahnya saja mungkin sudah membuat sebagian dari kita, terutama para pemula, sedikit minder. Terlihat rumit, butuh banyak produk, dan takut hasilnya malah jadi belang-belang seperti zebra. Tenang, buang jauh-jauh pikiran itu! Pada dasarnya, contouring dan highlight adalah seni bermain dengan cahaya dan bayangan. Jika kamu sudah paham konsep dasarnya, teknik ini ternyata sangat mudah diaplikasikan.
Yuk, kita bedah tuntas dunia contouring dan highlight dari nol, khusus untuk kamu yang baru mau mencoba!
Apa Sih Bedanya Contouring dan Highlight?
Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus paham dulu konsep dasar dari dua sahabat ini. Anggap saja mereka adalah yin dan yang dalam dunia makeup.
- Contouring (Menciptakan Bayangan):
Tujuan utama contouring adalah untuk menciptakan ilusi bayangan pada wajah. Dengan memberikan dimensi yang lebih gelap pada area tertentu, kita bisa “memahat” wajah agar terlihat lebih tirus, tegas, dan terstruktur. Bayangkan seorang seniman yang menambahkan bayangan pada lukisannya agar terlihat lebih hidup dan tiga dimensi. Itulah yang kita lakukan pada wajah kita. Area yang umum di-contour adalah bagian bawah tulang pipi, sisi hidung, garis rahang, dan dahi di dekat garis rambut. - Highlighting (Menonjolkan Cahaya):
Jika contouring adalah tentang bayangan, maka highlighting adalah kebalikannya. Teknik ini bertujuan untuk menangkap dan memantulkan cahaya pada titik-titik tertinggi di wajah. Hasilnya? Wajah akan terlihat lebih menonjol, segar, dan pastinya glowing sehat. Area yang biasa diberi highlight adalah puncak tulang pipi, tulang hidung, cupid’s bow (lekukan di atas bibir), dagu, dan bawah lengkungan alis.
Keduanya bekerja sama untuk memberikan definisi dan kilau yang seimbang pada wajahmu.
Peralatan Perang yang Wajib Dimiliki Pemula
Nggak perlu langsung membeli semua produk yang ada di toko. Untuk pemula, mulailah dengan yang paling esensial.
Untuk Contouring:
- Produk: Kamu bisa memilih antara cream contour, stick contour, atau powder contour.
- Cream/Stick: Sangat direkomendasikan untuk pemula karena mudah dibaurkan (blend) dan memberikan hasil yang lebih natural. Cocok untuk kulit normal hingga kering.
- Powder: Cocok untuk kulit berminyak karena membantu mengontrol kilap. Hasilnya bisa lebih tajam, jadi perlu sedikit latihan agar tidak terlihat medok.
- Warna: Ini KUNCI! Pilih warna contour yang 1-2 tingkat lebih gelap dari warna kulitmu dengan undertone yang dingin (cool) atau netral. Hindari warna yang terlalu oranye atau kemerahan (itu lebih cocok untuk bronzer), karena bayangan alami wajah kita cenderung keabu-abuan.
- Alat: Angled brush (kuas miring) untuk aplikasi yang presisi, beauty sponge lembap untuk membaurkan cream contour, atau kuas blending yang lebih kecil.
Untuk Highlighting:
- Produk: Sama seperti contour, ada pilihan liquid, cream, atau powder.
- Liquid/Cream: Memberikan efek “kilau dari dalam” yang sangat natural dan basah (dewy finish).
- Powder: Memberikan kilau yang lebih intens dan menyilaukan.
- Warna: Pilih warna yang sesuai dengan skintone-mu. Warna champagne atau pearl biasanya cocok untuk kulit terang, sementara soft gold atau rose gold akan sangat cantik di kulit sawo matang.
- Alat: Fan brush (kuas kipas) untuk aplikasi yang ringan, kuas kecil berbentuk tirus (tapered brush), atau cukup gunakan jari manismu untuk hasil yang lebih menyatu dengan kulit.
Langkah-Langkah Ajaib: Step-by-Step untuk Pemula
Sudah siap? Mari kita mulai! Pastikan kamu sudah menyelesaikan base makeup (foundation dan concealer) terlebih dahulu.
- Saatnya Memahat dengan Contour:
- Pipi: Lakukan fish face (monyongkan bibir seperti ikan) untuk menemukan lekukan di bawah tulang pipimu. Aplikasikan contour di area tersebut, mulai dari dekat telinga dan berhenti di tengah pipi (sejajar dengan ujung mata). Baurkan dengan gerakan ke atas agar wajah terlihat terangkat.
- Hidung: Buat dua garis lurus tipis di kedua sisi tulang hidung. Semakin dekat garisnya, semakin ramping ilusi hidung yang tercipta. Baurkan dengan baik agar tidak ada garis yang kasar.
- Rahang & Dahi: Aplikasikan sedikit di sepanjang garis rahang untuk mempertegasnya dan di dahi dekat garis rambut jika kamu merasa dahimu cukup lebar.
Ingat: Kunci utama dari contouring yang bagus adalah blending, blending, blending! Pastikan tidak ada garis keras yang terlihat.
- Saatnya Bersinar dengan Highlight:
- Tulang Pipi: Aplikasikan highlighter tepat di atas area yang kamu contour tadi, yaitu di puncak tulang pipi.
- Hidung: Beri sedikit di sepanjang tulang hidung (jangan sampai ujung) dan sedikit di ujungnya untuk efek hidung yang lebih mancung.
- Area Lain: Tambahkan sedikit di cupid’s bow untuk bibir yang lebih penuh, di tengah dagu, dan di bawah lengkungan alis untuk “mengangkat” mata.
Tips Anti Gagal untuk Pemula
- Less is More: Selalu mulai dengan sedikit produk, lalu tambahkan jika dirasa kurang. Lebih mudah menambah daripada mengurangi.
- Pencahayaan adalah Segalanya: Lakukan makeup di ruangan dengan pencahayaan yang baik, idealnya cahaya alami dari jendela. Ini akan membantumu melihat apakah produk sudah terbaur dengan sempurna.
- Kenali Bentuk Wajahmu: Meskipun area aplikasi di atas adalah panduan umum, penempatan contour dan highlight bisa sedikit disesuaikan dengan bentuk wajahmu (oval, bulat, kotak, dll). Namun, sebagai pemula, kuasai dulu teknik dasarnya.
- Set dengan Bedak: Jika kamu menggunakan produk cream, set tipis-tipis dengan bedak tabur transparan agar lebih tahan lama dan tidak mudah bergeser.
Contouring dan highlighting mungkin terdengar menakutkan, tapi sebenarnya ini adalah cara yang sangat menyenangkan untuk mengeksplorasi dan mempertegas fitur terbaik di wajahmu. Jangan takut untuk bereksperimen dan membuat kesalahan, karena dari situlah kita belajar.
Selamat mencoba dan bersiaplah untuk tampil lebih percaya diri dengan wajah yang terdefinisi sempurna